Month: May 2014

Awas Bantal Anda Bisa Menjadi Sumber Penyakit

Awas Bantal Anda Bisa Menjadi Sumber Penyakit

bantalSetelah seharian beraktivitas, beristirahat dengan merebahkan diri di atas kasur tentu membawa kenikmatan tersendiri. Namun, apa jadinya jika ternyata kasur atau bantal untuk istirahat justru menjadi sarang hewan tertentu atau mengandung hal lain yang menjijikkan?

Seorang pakar biologi dari North Carolina State University, Rob Dunn, Ph.D., baru-baru ini menggelar riset untuk mengetahui hal-hal mikroskopis yang tanpa disadari ada di permukaan berbagai benda di rumah. Untuk studi ini, Dunn mengamati barang-barang yang ada di 1.000 rumah.

“Salah satu barang yang paling banyak mengandung hal-hal paling menjijikkan adalah bantal,” kata Dunn seperti dilansir laman Men’s Health.

 

Berikut beberapa hal yang menjijikkan yang menempel di bantal anda :

1. Tungau debu

Bantal yang kusam, hangat dan lembab merupakan habitat yang ideal bagi tungau debu. Bahkan saudara dekat laba-laba ini bisa hidup, berkembangbiak dan mati di sekitar kepala anda.

Menurut sebuah studi dari University of Missouri, rata-rata sebuah ranjang didiami oleh dua juta tungau debu. Parahnya lagi beberapa studi lain juga menimpali bantal yang makin lama makin terasa berat biasanya disebabkan bertambahnya jumlah tungau debu yang tinggal di sana.

Sebenarnya hewan-hewan kecil ini tidaklah berbahaya dan tidak menggigit, tapi mereka buang air sembarangan. Dan parahnya feses mereka adalah alergen bagi 20 juta orang Amerika Serikat. Untuk itu jika anda terbangun dalam keadaan hidung mampet, mata gatal atau bersin-bersin, bisa jadi anda terkena alergi tungau dan segera cuci bantal anda dengan air panas atau ganti sarungnya.

2. Sel kulit mati

Setiap menit manusia membuang ribuan sel kulit mati dari tubuhnya. Jadi bila anda menghabiskan sepertiga waktu di atas kasur maka ada kemungkinan besar banyak sel kulit mati bertebaran di atasnya, meski kasat mata.

Walau tidak membahayakan, banyaknya sel kulit mati yang menempel di bantal menjadikannya tempat yang ideal untuk tungau debu bersarang dan berkembangbiak.

3. Jamur

Ketika menganalisis sampel yang ia ambil dari 1.000 rumah, Dunn terkejut ketika menemukan 10 ribu spesies jamur di sampel-sampel tersebut. Beruntung sebagian besar tidak berbahaya, tapi salah satu strain jamur bernama aspergillus fumigatus perlu diwaspadai.

Pasalnya jamur yang kerap ditemukan di atas bantal ini dapat memperparah asma dan menyerang sistem imun yang sedang melemah. Jadi pastikan anda mengganti bantal tiap beberapa tahun sekali untuk memastikan anda terhindar dari kondisi tersebut.

4. Feses

Siapa sangka bahwa di atas permukaan bantal tak hanya ada serpihan DNA manusia dan sel kulit mati. namun juga feses atau kotoran manusia. Selain menjijikkan, kondisi ini sulit dicegah karena setelah keluar dari toilet, serpihan feses akan terus menempel di tubuh dan baju hingga tersebar ke penjuru rumah termasuk bantal dan kasur.

5. Hewan peliharaan

Dunn juga menemukan sampel dari hewan peliharaan di atas bantal. Tak peduli apakah si hewan tidur bersama pemiliknya atau tidak, bulu mereka pasti akan menumpuk di bantal.

Lagipula hewan peliharaan yang dibiarkan tidur dengan pemiliknya dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti MRSA, infeksi bakteri dan penyakit Lyme. Selain itu, toxoplasma gondii atau parasit yang dibawa kucing dapat ditularkan ke manusia dan menyebabkan penyakit tokso. (sumber : jppn.com)

Advertisements

20 CARA SEDERHANA UNTUK MEMBUAT GIGI PUTIH DAN BERSIH ALAMI

20 Cara Sederhana untuk Membuat Gigi Putih dan Bersih Alami

Cara Membuat Gigi Putih Secara AlamiGigi tidak hanya berfungsi untuk membantu berbicara dan mengunyah, tetapi juga berpengaruh terhadap daya tarik seseorang. Pasta gigi yang dijual saat kebanyakan memiliki kandungan kimia, padahal sebenarnya ada langkah alami untuk membantu agar gigi terlihat putih dan berkilau.

Mendapatkan gigi yang putih tidak harus dilakukan dengan cara yang mahal. Berikut 20 langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kilau putih alami gigi Anda, seperti dikutip dari Times of India, melalui halaman web detik.com :

1. Hindari kopi dan soda berlebihan

Kopi dan soda dapat menyebabkan noda kuning pada gigi. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi kopi dan soda secara berlebihan. Keduanya tidak hanya buruk untuk kesehatan, tetapi juga untuk kilau gigi Anda.

2. Sikat gigi minimal 2 kali sehari

Menyikat gigi sangat penting dan sebaiknya dilakukan minimal 2 kali sehari. Menyikat gigi dapat menghilangkan plak dan bakteri yang menempel dan dapat menodai gigi Anda.

3. Makan buah-buahan

Buah-buahan berserat bertindak sebagai ‘sikat gigi alami’. Jeruk merupakan penghilang noda alami karena membuat mulut untuk menghasilkan air liur lebih banyak. Air liur ini membantu membersihkan dan memutihkan gigi. Buah-buahan yang kaya vitamin C seperti stroberi dan kiwi juga dapat memperkuat gusi. Selain itu, apel dan pir juga berguna karena memiliki kandungan air yang tinggi.

4. Flossing

Banyak orang yang khawatir terhadap flossing karena takut gusinya berdarah. Namun, jika dilakukan dengan hati-hati, flossing dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan menghindari munculnya noda pada gigi.

5. Konsumsi produk olahan susu, keju dan yoghurt

Produk olahan susu dapat menurunkan risiko penyakit gusi dan membantu mempertahankan lapisan email atau putih alami pada gigi. Selain itu, keju yang berstruktur keras seperti cheddar lebih efektif dalam membersihkan dan memutihkan gigi dibandingkan keju berstruktur lembut.

6. Makanlah biji wijen dan biji bunga matahari

Biji wijen dapat menghancurkan plak dan membantu menjaga lapisan email pada gigi. Biji wijen juga kaya akan kalsium, yang membantu melestarikan tulang di sekitar gigi dan gusi. Sedangkan biji bunga matahari dapat mencegah bau mulut.

7. Gunakan sedotan saat minum

Menggunakan sedotan dapat mencegah gigi menjadi bernoda. Hal ini karena dengan sedotan, minuman yang berwarna akan tertelan tanpa menyentuh bagian dalam gigi.

8. Tambahkan sayur-sayuran dalam menu

Sayuran yang kaya akan vitamin A seperti brokoli, wortel, dan labu membantu pembentukan lapisan email pada gigi.

9. Gunakan campuran lemon dan garam

Campuran lemon dan garam akan membuat gigi berkilau. Sebab, lemon mengandung asam sitrat dan menambahkan garam membuatnya bekerja lebih baik. Untuk mendapatkan gigi putih alami, sikat gigi secara teratur dengan campuran ini.

10. Ganti sikat gigi setiap 2 bulan

Kebiasaan ini sangat penting untuk menjaga kilau alami gigi. Setelah digunakan beberapa lama, bulu sikat gigi menjadi keras. Hal ini dapat merusak lapisan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi bernoda.

11. Jaga asupan kalsium Anda

Asupan kalsium yang cukup dapat membantu memperkuat dan menjaga tekstur gigi.

12. Beri jarak sikat gigi minimal 6 meter dari toilet

Meskipun terdengar aneh, hal ini sangat disarankan untuk menghindari partikel udara yang dihasilkan dari proses penyiraman atau flush. Melakukan ini dapat membantu menjaga kesehatan dan menghindari kerusakan pada gigi

13. Kunjungi dokter gigi secara teratur

Wajib untuk mengunjungi dokter gigi jika ingin memiliki gigi yang sehat. Orang-orang yang tidak pernah kontrol ke dokter gigi memiliki kondisi gigi lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang kontrol secara teratur.

14. Melakukan perawatan pemutihan

Perawatan ini dilakukan oleh dokter gigi yang sudah ahli. Tindakan ini dapat dilakukan pada kasus noda pada gigi yang parah dan tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan rumah.

15. Gunakan pasta gigi mint

Pasta gigi dengan kandungan mint di dalamnya telah terbukti membantu pemutihan gigi. Walaupun tidak instan, namun telah menunjukkan hasil yang positif.

16. Cari riwayat noda gigi dalam keluarga

Banyak orang yang memiliki noda pada gigi beralasan bahwa hal tersebut didapat karena keturunan dalam keluarga. Oleh karena itu, penting untuk mengunjungi dokter gigi dan mencari apa penyebab noda dan pengobatan yang tepat untuk gigi Anda.

17. Hindari antibiotik dosis tinggi

Antibiotik dosis tinggi dapat menyebabkan perubahan warna gigi. Jadi, perlu diketahui untuk menghindari asupan antibiotik jika memang tidak terlalu perlu.

18. Jika perlu, gunakan sikat gigi elektrik

Dengan sikat gigi manual, orang kadang-kadang menyikat terlalu keras. Ini dapat menyebabkan erosi pada gusi dan dapat meningkatkan keausan gigi. Menggunakan sikat gigi elektrik akan membantu Anda menghindari masalah ini dan terbukti bermanfaat dalam menjaga putihnya gigi.

19. Menggunakan perawatan pemutih gigi

Perawatan pemutih gigi terbukti membantu menjaga putihnya gigi. Konsultasi dengan dokter gigi untuk mengetahui merek yang paling aman dan tidak memiliki efek samping.

20. Perhatikan metabolisme Anda

Metabolisme yang tidak benar juga menyebabkan perubahan warna pada gigi. Perubahan ini dapat dilakukan dengan memperbaiki kebiasaan makan, berolahraga secara teratur, dan menghindari stres yang ekstrem.

Sumber : detik.com